Punya niat bikin usaha sendiri, tapi modalnya belum cukup dan mau ajukan pinjaman dana? Kira-kira, bakalan berhasil, nggak, ya?
Kekhawatiran sejenis ini, cukup wajar kalau kamu punya tujuan membangun usaha yang modalnya berasal dari pinjaman. Tapi, tahu nggak, kalau kamu pinjam dana untuk kebutuhan usaha, pinjaman tersebut termasuk kategori utang produktif?
Iya, utang produktif adalah utang yang tujuannya agar uang diputar untuk meningkatkan penghasilan. Dibandingkan utang konsumtif, utang produktif tentunya lebih menjanjikan karena ada keuntungan yang bisa dipakai untuk membayar cicilan pinjaman nantinya.
Tapi, tentunya, membangun usaha dari modal utang sangat perlu persiapan matang. Bukan cuma agar uang modal bisa digunakan tepat sasaran dan efektif hanya kebutuhan usaha, kamu juga perlu menakar risikonya jika usaha yang kamu jalankan nggak berjalan sesuai harapan.
Nah, berikut ini ada 5 tips yang bisa kamu pertimbangkan, kalau mau memulai usaha dengan modal dari pinjaman:
Mulai dengan usaha skala kecil kalau kamu pemula
Kalau kamu pemula dalam dunia bisnis, sebaiknya pilih tipe usaha yang skalanya kecil lebih dulu dengan modal yang terbatas pula mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 4 jutaan. Hindari membuat rencana usaha yang butuh modal hingga puluhan atau ratusan juta karena akan sangat berisiko.
Punya usaha kecil akan membantu kamu perlahan-lahan memahami dunia bisnis dan strategi mengelolanya. Kalaupun usahamu gagal nantinya, kerugian yang kamu alami nggak terlalu besar dan masih bisa ditutup dengan uang sendiri.
Pastikan kamu sudah membuat rencana usaha dengan matang
Sebelum pinjam uang untuk mulai usaha, tentunya kamu harus sudah tahu, rencana usaha seperti apa yang mau dijalankan? Ada banyak sekali tipe usaha yang bisa dicoba dalam skala kecil, misalnya usaha jual produk makanan homemade, jual jasa desain grafis, buka jastip, jual baju dan produk fashion lainnya, dan masih banyak lagi.
Tipe usaha yang mau dijalankan, harus diputuskan dengan matang sesuai dengan ketertarikanmu. Kalau kamu hobi masak dan punya pengetahuan lebih tentang kuliner, maka usaha di bidang makanan bisa jadi pilihan, misalnya. Kalau kamu punya keahlian mendesain, jual jasa desain atau produk seni, bisa juga jadi opsi usaha lainnya.
Dari menentukan tipe usaha inilah, kamu bisa mulai menyusun rencana bisnis yang matang. Apa saja barang yang dibutuhkan, harganya, dan modal awalnya agar rencana usaha tersebut bisa terwujud. Barulah dari sana, kamu bisa tahu berapa modal yang dibutuhkan dan pinjaman uang yang perlu diajukan.
Jangan sampai asal pinjam modal usaha tanpa punya rencana matang! Bisa-bisa uangnya terpakai untuk kebutuhan pribadi, tapi usahanya malah nggak jalan.
Memilih fasilitas pinjaman yang bunganya bersahabat
Suku bunga adalah faktor penting yang harus dicek saat kamu mau ajukan pinjaman modal usaha. Plus, pinjaman modal usaha juga jenisnya beragam. Ada yang hanya diperuntukkan untuk mereka yang sudah memiliki usaha sebelumnya, ada KTA bank, ada juga cicilan uang bulanan cepat cair pakai fintech seperti Kredivo.
Makin bersahabat suku bunga yang ditawarkan, akan makin ringan juga cicilan pinjaman yang harus kamu bayar. Kabar baiknya, bukan cuma ke bank. Kredivo sebagai salah satu aplikasi pinjaman cepat, juga bisa menjadi alternatif terbaik untuk ajukan pinjaman modal usaha. Bukan hanya asal cepat cair, suku bunga Kredivo juga terbilang cukup bersahabat untuk jenis pinjaman online. Hanya sebesar 2.6% per bulan dengan pilihan tenor 3 – 6 bulan.
Ditambah, untuk jenis akun Premium, limit kredit yang bisa kamu dapat dari Kredivo maksimal bisa sampai Rp 50 juta.
Menyimpan uang sebesar 3 bulan cicilan untuk berjaga-jaga
Selain menyusun rencana usaha yang matang, jangan lupa untuk memasukkan simpanan uang sebesar 3 bulan cicilan sebagai salah satu “pengeluaran”. Simpanan uang ini nantinya akan berguna untuk membayar cicilan pinjaman kalau keuntungan yang didapat dari usahamu belum cukup besar dan bisa menutup cicilan pinjaman per bulannya.
Usahakan untuk mengelola sendiri sebelum hire karyawan
Merekrut karyawan adalah salah satu pengeluaran terbesar ketika kamu membangun usaha sendiri. Bukan hanya harus memikirkan gaji, kamu juga perlu memikirkan kesejahteraan karyawan saat bekerja di tempatmu. Maka dari itu, kalau kamu pemula dalam bisnis, ada baiknya untuk mengelola usahamu sendiri lebih dulu sambil belajar segala aspeknya. Hindari merekrut orang lain sebagai karyawan kalau penghasilan dari usahamu belum terlihat jelas atau stabil.